Home
|
Ikatan Psikologi Sosial HIMPSI - Indonesian Association of Social Psychology
Temilnas dan Kongres IPS PDF Print E-mail
Written by Kompartemen Informasi dan Komunikasi   
Friday, 02 January 2015 19:57

Temu Ilmiah Nasional dan Kongres Ikatan Psikologi Sosial Indonesia 2015

“PERAN PSIKOLOGI SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN: DARI TEORI KE PRAKTEK DAN PRAKTEK KE TEORI”

Denpasar, Bali, Indonesia, 21-23 Januari 2015

Ikatan Psikologi Sosial Indonesia bekerja sama dengan AGET

(Agency for Growth with Entertain, Education and Traning)



Keynote Speaker

Plenary Session dalam Temilnas dan Kongres Ikatan Psikologi Sosial 2015 kali ini menghadirkan :

  • Anies Baswedan, Ph.D (Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan) (to be confirmed)
  • Andrinof Chaniago, M.Si (Menteri Bappenas) (to be confirmed)
  • Prof. Yohsuke Ohtsubo (Kobe University)


Sesi panel merupakan sesi yang dihadiri oleh seluruh peserta temu ilmiah dengan pembicara dari keynote speaker. Acara akan dipandu oleh seorang moderator membahas mengenai topik-topik yang telah disiapkan dalam kaitannya dengan psikologi sosial.


CALL for ABSTRACTS!

Pada serangkaian kegiatan Kongres Ikatan Psikologi Sosial 2015, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia mengajak para peneliti dan praktisi dalam bidang psikologi sosial dan yang terkait (misal; sosiologi, antropologi, politik, kriminologi, social worker, dsb-ya) untuk berpartisipasi dalam temu ilmiah nasional IPS. Silahkan kirm abstrak anda ke website Temu Ilmiah IPS Maksimum 200 kata. Abstrak dapat berupa hasil  penelitian, hasil review teori dan gagasan maupun pengalaman praktikal.

  • Deadline abstract : 10 Januari 2015
  • First submission    : 15 November -24 Desember 2014
  • Pengumuman      :  1 Januari 2015
  • Second submission    : 5 Januari – 8 Januari 2015
  • Pengumuman             : 10 Januari 2015


Abstrak dikirimkan melalui surel/email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dengan mencantumkan subjek :”Abstrak Temilnas IPS“. Ketentuan konten abstrak mengikuti format yang disesuaikan panitia, format abstrak dapat diunduh pada Ketentuan Abstrak Temilnas IPS.


Peserta Temu Ilmiah dan Workshop

  • Para peneliti dan akademisi di bidang Psikologi Sosial dan yang terkait (misal sosiologi, antropologi dan kriminologi), juga Psikologi pada umumnya.
  • Para praktisi di bidang psikologi sosial dan kemasyarakatan.
  • Para praktisi psikologi sosial di organisasi perusahaan.
  • Para praktisi psikologi sosial dan yang menangani masalah-masalah sosial di pemerintahan dan kepolisian.
  • Lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam penanganan masalah sosial dan kemasyarakatan.
  • Pihak – pihak terkait lainnya yang berminat.
  • Mahasiswa dan kalangan umum.


Informasi lebih lanjut, klik: http://temilnasips2015.com/

 
Tata Kerja Ikatan Psikologi Sosial PDF Print E-mail
Written by Kompartemen Informasi dan Komunikasi   
Friday, 02 January 2015 19:46

TATA KERJA IKATAN PSIKOLOGI SOSIAL


VISI DAN MISI
IKATAN PSIKOLOGI SOSIAL
(IPS)


1.    Visi IPS :
Menjadi Ikatan Psikologi Sosial yang andal, dapat dipercaya dan mampu memberikan nilai tambah bagi segenap anggotanya maupun masyarakat.

2.    Misi IPS :
a.    Meningkatkan kompetensi keilmuwan dan profesional para anggota.
b.    Memberikan perlindungan bagi pengguna jasa profesi psikologi sosial.
c.    Menggalang kemitraan dengan saling membantu antar anggota dalam menegakkan integritas profesi.
d.    Peka dan berupaya turut serta dalam mencari solusi terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang kajian psikologi sosial.
e.    Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga yang dapat memberikan manfaat bagi para pihak (stake holder).



TATA KERJA
IKATAN PSIKOLOGI SOSIAL


MUKADDIMAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 perlu diisi dengan pembangunan di segala bidang demi tercapainya masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Nasional itu membutuhkan peran nyata dari segenap komponen kekuatan bangsa sesuai dengan status profesional di bidang masing-masing.

Dengan menyadari bahwa psikologi harus dikembangkan baik sebagai ilmu pengetahuan maupun profesi demi kesejahteraan umat manusia, khususnya masyarakat Indonesia dalam usaha mengisi kemerdekaan itu dan dengan menyadari bahwa pengembangan psikologi tersebut akan lebih dapat berdaya guna dan berhasil guna apabila para psikolog dan ilmuwan psikologi  berhimpun dalam satu organisasi yang falsafah dasar pembentukannya mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Menyadari bahwa untuk mewujudkan peran nyata dari para profesional di bidang Psikologi Sosial, khususnya dalam upaya turut meningkatkan kesejahteraan manusia dalam berbagai jenis organisasi di setiap bidang kehidupan masyarakat Indonesia dan kehidupan manusia pada umumnya, akan lebih dapat berdaya guna dan berhasil guna apabila para profesional di bidang Psikologi Sosial berhimpun di dalam suatu ikatan yang dilandasi oleh etika keilmuwan dan profesi.

Maka dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami psikolog, ilmuwan psikologi dan peminat bidang Psikologi Sosial se-Indonesia menghimpun diri dalam suatu ikatan yang tidak terpisahkan dari Himpunan Psikologi Indonesia, dengan Tata Tertib sebagai berikut :

BAB I
NAMA, WAKTU, dan KEDUDUKAN


Pasal 1
Ikatan ini bernama Ikatan Psikologi Sosial disingkat IPS

Pasal 2

  1. Ikatan Psikologi Sosial merupakan bagian tidak terpisahkan dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) oleh karenanya Tata Kerja-nya sama dengan HIMPSI.
  2. Adanya Badan Otonom yang ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Pengurus Pusat HIMPSI.


Pasal 3

Ikatan Psikologi Sosial didirikan untuk  jangka waktu yang tidak terbatas.

Pasal 4

  1. Induk Ikatan Psikologi Sosial dapat berkedudukan di luar Ibukota negara Republik Indonesia.
  2. Ikatan Psikologi Sosial dapat mendirikan perwakilan-perwakilan di kota-kota di Indonesia namun tetap sebagai kesatuan.
  3. Perwakilan-perwakilan dapat didirikan dengan jumlah anggota minimal 20 orang.


BAB II
TUJUAN DAN KEGIATAN

Pasal 5
TUJUAN IKATAN


Ikatan Psikologi Sosial bertujuan menghimpun psikolog, ilmuwan psikologi dan peminat bidang Psikologi Sosial di Indonesia agar dapat :

  1. Mengembangkan profesi Psikologi Sosial di Indonesia, agar eksistensi Psikologi Sosial di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang lebih kompetitif.
  2. Meningkatkan kompetensi keilmuwan dan profesi di bidang Psikologi Sosial, agar mampu menjalankan peran yang lebih aktif dan menentukan di masyarakat, sesuai dengan sumpah/janji profesi.
  3. Memberikan perlindungan kepada anggotanya dan masyarakat pengguna jasa Psikologi Sosial, untuk memperoleh pelayanan profesional yang sesuai dengan hak-hak sebagai pengguna jasa (konsumen) psikologi dan kode etik psikologi.
  4. Meningkatkan pengabdian profesional di bidang Psikologi Sosial kepada masyarakat.
  5. Menjalin kerjasama dengan organisasi profesi dan lembaga-lembaga lainnya yang saling menguntungkan.



Pasal 6
KEGIATAN IKATAN


Untuk mencapai tujuan tersebut pada Pasal 5, Ikatan Psikologi Sosial melaksanakan kegiatan-kegiatan :

  1. Mengembangkan keberadaan Psikologi Sosial di Indonesia melalui pendidikan, penelitian dan penerapan;
  2. Memasyarakatkan dan mengembangkan keberadaan Ikatan Psikologi Sosial;
  3. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar anggota;
  4. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan lembaga, instansi dan/atau organisasi profesi lain, baik di dalam maupun di luar negeri;
  5. Meningkatkan pembinaan, pembimbingan dan pengawasan terhadap anggota dalam melaksanakan kegiatan profesi dan keilmuwan Psikologi Sosial;
  6. Melaksanakan usaha-usaha untuk mensejahterakan anggota;
  7. Melaksanakan pertemuan ilmiah dalam rangka Kongres HIMPSI maupun pertemuan-pertemuan lainnya;
  8. Melakukan pengabdian kepada masyarakat;
  9. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang standar pelayanan psikologi dan organisasi dan membantu memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelayanan psikologi sosial.

BAB III
BADAN PENYELENGGARA ORGANISASI

Pasal 7
KEORGANISASIAN


Untuk mencapai tujuan organisasi, maka perangkat keorganisasian dari Ikatan Psikologi Sosial terdiri atas :

  1. Musyawarah Nasional;
  2. Pengurus Induk dan Pengurus Perwakilan Kota;
  3. Kepengurusan.


Pasal 8
MUSYAWARAH NASIONAL

Musyawarah Nasional (Munas) adalah badan legislatif tertinggi Ikatan Psikologi Sosial

Pasal 9
PENGURUS INDUK

  1. Pengurus Induk adalah badan eksekutif tertinggi Ikatan Psikologi Sosial;
  2. Pengurs Induk sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara;
  3. Pengurus Induk dipilih melalui Musyawarah Nasional untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun untuk 1 (satu) periode kepengurusan.


Pasal 10
PENGURUS PERWAKILAN KOTA


  1. Pengurus dapat dibentuk dengan jumlah anggota minimal 20 orang.
  2. Pengurus Perwakilan adalah badan yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan organisasi pada daerah perwakilan kota.
  3. Pengurus Perwakilan sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
  4. Pengurus Perwakilan dibentuk dan disahkan oleh Pengurus Induk untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun untuk 1 (satu) periode kepengurusan.


Pasal 11
KEPENGURUSAN


Kepengurusan Organisasi Ikatan dapat dirangkap dengan HIMPSI, namun untuk jabatan Ketua/Koordinator (perwakilan lokasi) seyogyanya tidak, supaya tidak ada konflik kepentingan.

BAB IV
RAPAT ORGANISASI

Pasal 12
Rapat Munas


  1. Rapat Munas adalah Rapat yang dihadiri oleh Pengurus Induk, Ketua Perwakilan, dan seluruh Anggota IPS;
  2. Rapat Munas diselenggarakan bersamaan dengan Kongres HIMPSI;
  3. Rapat Munas dilakukan satu kali dalam tiga tahun.


Pasal 13
Rapat Kerja


  1. Rapat Kerja adalah Rapat Pengurus Induk yang dihadiri oleh segenap pengurus organisasi pada tingkat induk, Ketua Perwakilan dan satu orang utusan perwakilan;
  2. Rapat Munas dilakukan dalam satu periode kepengurusan.


Pasal 14
RAPAT PENGURUS


1.    Rapat Pengurus adalah rapat tingkat Induk atau pengurus perwakilan;
2.    Rapat Pengurus dilaksanakan secara rutin sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan.

Pasal 15
RAPAT ANGGOTA


1.    Rapat anggota adalah rapat seluruh anggota di tingkat induk dan Perwakilan Kota;
2.    Rapat anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.


BAB V
KEANGGOTAAN

Pasal 16


Anggota Ikatan Psikologi Sosial terdiri atas :

  1. Anggota Biasa, yaitu para sarjana S1, S2, S3 Psikologi;
  2. Anggota Khusus, yaitu peminat bidang Psikologi Sosial dan mahasiswa S2, S3 Psikologi;

Pasal 17

  1. Anggota IPS secara otomatis menjadi anggota HIMPSI dan keanggotaannya disesuaikan dengan keanggotaan HIMPSI;
  2. Hak, kewajiban serta Kode Etik anggota biasa IPS mengacu pada HIMPSI;
  3. Hak dan kewajiban Anggota Khusus yaitu mempunyai hak bicara dan mengeluarkan pendapat sama seperti anggota biasa IPS, hanya tidak dapat menjadi pengurus IPS;
  4. Anggota IPS dikatakan kehilangan keanggotaannya apabila selama 5 bulan berturut-turut tidak membayar iuran keanggotaan.



BAB VI
KEUANGAN

Pasal 18


Keuangan Organisasi ini diperoleh dari :

  1. Uang Pangkal dari iuran anggota;
  2. Sumber lain yang sah, tidak mengikat, dan tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan organisasi.


Pasal 19


  1. Besarnya uang pangkal untuk menjadi anggota sebesar Rp. 150.000,- dan uang iuran anggota Rp. 300.000,-, dan ditetapkan dalam Rapat Pengurus Induk / Pengurus Perwakilan Kota;
  2. Uang Iuran tetap HIMPSI dilakukan langsung oleh individu yang bersangkutan tidak digabung dengan iuran tetap IPS;
  3. IPS wajib memberikan kontribusi kepada HIMPSI yang besarnya 5%  dari total jumlah iuran anggota.


BAB VII
KEPUTUSAN

Pasal 20

  1. Keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat Organisasi diambil dengan kebijaksanaan musyawarah dan mufakat;
  2. Dalam keadaan sangat terpaksa dan dipandang perlu, keputusan diambil dengan pemungutan suara.



BAB VIII
LAMBANG ORGANISASI

Pasal 21


Ketentuan mengenai lambang organisasi diatur dalam Ketentuan Terpisah.

BAB IX
KETENTUAN-KETENTUAN TERPISAH

Pasal 22


  1. Ketentuan-ketentuan terpisah disusun dan diadakan oleh Pengurus Induk/Perwakilan Kota dan disahkan oleh Pengurus Induk.
  2. Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Tata Tertib ini diatur dalam Ketentuan-ketentuan Terpisah.


BAB X
PERUBAHAN TATA TERTIB DAN
PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 23
PERUBAHAN TATA TERTIB


Perubahan Tata Tertib hanya dapat dilakukan oleh Munas dan disetujui oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah peserta yang memiliki hak suara yang hadir dalam Kongres tersebut.

Pasal 24
PEMBUBARAN ORGANISASI


Pembubaran Organisasi hanya dapat dilakukan oleh Munas yang khusus diadakan untuk keperluan tersebut.

BAB XI
PENETAPAN TATA TERTIB DAN
KETENTUAN-KETENTUAN TERPISAH


Pasal 25

Tata Tertib dan Ketentuan Terpisah Ikatan Psikologi Sosial Indonesia, untuk pertama kali sebelum diselenggarakan Musyawarh Nasional ditetapkan oleh Badan Pendiri yang terdiri atas individu-individu sebagai inisiator yang mendirikan IPS dan Rapat Pengurus Induk.

BAB XII
PENUTUP

Pasal 26


Tata Tertib ini berlaku sejak saat disahkan.


Demikian Tata Tertib ini dibuat untuk dijalankan sebagaimana mestinya. Ketentuan mengenai Tata Tertib ini telah disahkan dalam Rapat Pengurus IPS (Ikatan Psikologi Sosial).


Last Updated on Friday, 02 January 2015 20:22
 
Message from the President PDF Print E-mail
Written by Hamdi Muluk   
Saturday, 07 July 2007 16:54

Selamat datang di situs Ikatan Psikologi Sosial!

[Image]

Ikatan Psikologi Sosial baru saja menyelesaikan kongres ketiga di Surabaya, 12-13 Juni 2010. Kongres tersebut sudah menghasilkan keputusan penting, diantaranya Kepengurusan baru masa bakti 2010-2014.

Susunan Kepengurusan yang baru sudah dapat anda lihat di situs ini. Kami dari jajaran pengurus mengharapkan doa dan restu serta dukungan dari rekan dan kolega pecinta kajian dan terapan Psikologi Sosial.

Silahkan manfaatkan situs ini sebagai ajang untuk bertukar informasi mengenai perkembangan Psikologi Sosial baik di lingkungan global, regional dan terutama di Indonesia. Bagi yang berminat mendaftar menjadi anggota silahkan mendaftar lewat situs ini.

Ikatan Psikologi sosial akan menjadi ikatan yang kuat dan tangguh serta kontributif terhadap perkembangan bangsa jika para kolega pecinta Psikologi Sosial aktif berpartisipasi, terutama dengan menjadi anggota aktif IPS.

Selamat bergabung dengan Ikatan Psikologi Sosial!

Salam,

Ketua
Hamdi Muluk

Last Updated on Monday, 28 June 2010 22:05
 
Temu Ilmiah Psikologi Sosial November 2012 PDF Print E-mail
Written by Kompartemen Informasi dan Komunikasi   
Thursday, 26 April 2012 13:28

 

Temu Ilmiah Nasional

Kerjasama

Ikatan Psikologi Sosial (IPS HIMPSI)

Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau


 

Kontribusi Psikologi Sosial dalam Pengembangan Individu,

Komunitas dan Masyarakat dalam Rangka

Memperkuat Jati Diri Kebangsaan

(EXTENDED TIME: ABSTRAK MAKALAH DITERIMA HINGGA 15 OKTOBER 2012)

 

Pendahuluan

Menghadapi tantangan melinienum ke depan, Indonesia mau tak mau harus berhadapan dengan tata dunia (new world oder) yang bericirikan hubungan global yang nyaris tanpa batas (borderless world), berdayasaing (competitive), dan berketahanan (resilient). Hubungan dan percaturan antar bangsa ke depan, mensyaratkan Indonesia untuk harus tumbuh menjadi bangsa yang mempunyai jatidiri yang kuat dan tangguh sebagai bangsa. Issu yang mengedepan bukan lagi sekedar membangun bangsa (nation building) tapi bagaimana memperkuat jati diri dan daya tahan bangsa Indonesia (resiliency of the nation).
Membangun bangsa yang kuat pada hakekatnya adalah memberdayakan individu-individu, keluarga, pelbagai kelompok sosial dan komunitas sehingga bersinergi dalam memperkuat jati diri bangsa. Sebuah bangsa yang kuat tentunya harus menciptakan kondisi masyarakat yang kuat dalam hal kesejahteraan, ekonomi, politik, dan sosial budaya.
Psikologi sosial sebagai ilmu yang mempelajari dan mengerti bagaimana manusia berpikir, merasa dan bertingkah laku dalam kaitannya dengan lingkungan sosialnya seharusnya punya kontribusi yang besar dalam hal ini. Riset dan aplikasi psikologi sosial dalam konteks ini seharusnya memberikan sumbangan nyata dalam rangka memperkuat ketahanan bangsa ini.
Untuk itulah Ikatan Psikologi Sosial Indonesia mengajak para peneliti dan praktisi dalam bidang psikologi sosial dan yang terkait (misal; sosiologi, antropologi, politik, kriminologi, social worker, dsbnya) untuk berpartisipasi dalam temu ilmiah nasional IPS. Silahkan krim abstrak anda ke website Temu Ilmiah IPS Maksimum 200 kata. Abstrak dapat berupa hasil penelitian, hasil reviu teori dan gagasan maupun pengalaman praktikal. Informasi dan pertanyaan dapat disampaikan kepada panitia melalui imel This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Last Updated on Saturday, 06 October 2012 05:26
Read more...
 
Executive Committee IPS-HIMPSI PDF Print E-mail
Written by Indonesian Association of Social Psychology   
Tuesday, 12 August 2008 05:13

Susunan Pengurus Ikatan Psikologi Sosial - Himpunan Psikologi Indonesia
Periode 2010 - 2014

( Executive Committee, Indonesian Association of Social Psychology )

bdk. Surat Keputusan No. 012 / SK / PP-Himpsi / IX / 10 tentang Pengesahan Pengurus Ikatan Psikologi Sosial Periode 2010-2014

Ketua
Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si.
( Universitas Indonesia )

Wakil Ketua
Drs. Ichsan Malik, M.Si.
( Institut Titian Perdamaian )

Sekretaris Jenderal
Ilham Nur Alfian, S.Psi., M.Psi.
( Universitas Airlangga )

Bendahara
Dian Wisnuwardhani, S.Psi., M.Psi.
( Universitas Indonesia )


Kompartemen Publikasi Ilmiah
Dr. Zainal Abidin, M.Si.
( Universitas Padjadjaran )

Kompartemen Informasi dan Komunikasi
Juneman, S.Psi, M.Si.
( Universitas Bhayangkara Jakarta Raya )

Kompartemen Pendidikan dan Pelatihan
Alfindra Primaldhi, B.A. (Psych.), S.Psi., M.Si.
( Universitas Indonesia )


Koordinator Wilayah

Wilayah Sumatera
Prof. Dr. Irmawati, M.Si.
( Universitas Sumatera Utara )

Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten
Riyanti Abriyani Tampubolon, S.Psi., M.Si.
( Universitas Tarumanagara )

Wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya

-
sebelumnya dijabat oleh Dr. Christina Siwi Handayani - meninggal dunia pada 2013
( Universitas Sanata Dharma )

Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya
Monica Eviandaru Madyaningrum, S.Psi., M.App.Psych.
( Universitas Widya Mandala, Surabaya )

Wilayah Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua dan sekitarnya
Ismarli Muis, S.Psi., M.Psi.
( Universitas Negeri Makasar )



Dewan Penasihat

Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono
( Universitas Indonesia )

Prof. Dr. M. Enoch Markum
( Universitas Indonesia )

Prof. Drs. Koentjoro, M.B.Sc., Ph.D.
( Universitas Gadjah Mada )

Prof. Dr. Faturochman
( Universitas Gadjah Mada )

Prof. Bernadette N. Setiadi, Ph.D.
( Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya )

Dr. Nani Indra Ratnawati Nurrachman
( Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya )

Prof. Dr. Suryanto

( Universitas Airlangga )

Last Updated on Thursday, 22 January 2015 08:52
 
More Articles...
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Polls

Menu apakah yang paling menarik?
 

Who's Online

We have 1 guest online

Advertisement

Featured Links:
3th International Conference of Revisited Asian Society
“Exploration of Asian Indigenous Perspective: Communalities and Differences”, July 21-24, 2011, Yogyakarta, Indonesia
International Conference of Indigenous and Cultural Psychology
The goal of the First Conference is to understand people in culturally diverse contexts, continuing the legacy established by Wundt.
Society of Experimental Social Psychology
SESP publishes two research journals: the Journal of Experimental Social Psychology and Social Psychological and Personality Science.

click tracking


View IPS Stats