| Menghidupkan Kembali Publik: Perspektif Psikologi Politik |
|
|
|
| Written by Hamdi Muluk |
| Monday, 11 August 2008 11:22 |
|
MENGHIDUPKAN KEMBALI PUBLIK:
Bismillahir Rahmananir Rahiim, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir dan Tan Malaka sepakat bahwa kita akan
Izinkan sekali lagi saya mengutip beberapa frasa kolom saya tersebut untuk
Pengertian Publik Istilah publik berasal dari Yunani kuno pada masa Socrates dan Plato. Dialog antara
Pengertian lain dari publik dalam konteks pembicaraan kita adalah segala sesuatu Para hadirin yang saya hormati, mendangkalkan pengertian publik hanya sebagai kembali kepada cita/cita republik untuk menjamin terwujudnya ”daulat rakyat” dan Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah kita kilas balik sejenak data dan Pertama/tama kita soroti dulu kesejahteraan sosial. Pertanyaan mendasar yang patut Belakangan kita menyaksikan rapuhnya struktur perekonomian yang ternyata Bagaimanakah gambaran publik selama orde reformasi sampai saat sekarang ini. Pasca Orde baru Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan politiknya. Dibukanya keran demokratisasi ini tidak langsung dan secara otomatis membawa Hadirin yang terhormat, dari awal saya tetap berpendirian bahwa belum Dalam hal kesejahteraan sosial, tingkat pendapatan masyarakat jika diukur dengan
Hadirin yang saya hormati, nasib publik di bidang pelayanan pendidikan secara
Pertama, apa yang disebut sebagai ”Publik” bukanlah sekedar pengertian
”Untuk menguji ada/tidaknya sosok publik, bisa saksikan interaksi sehari/hari di
Hadirin yang saya muliakan,
Penguatan institusi negara supaya bisa lebih transparan, akuntabel dan responsif
Daftar Pustaka |
| Last Updated on Monday, 28 June 2010 23:23 |






